MAJALAH HATI BERIMAN "MAJALAH BERITA WARGA KOTA SALATIGA"

23 Juli 2009

KESEHATAN; Gejala Vertigo

Pernahkah Anda merasa pusing, berkeringat dingin, kemudian dunia terasa berputar disertai rasa mual, bahkan muntah? Jika hal itu terjadi, kemungkinan besar Anda mengalami vertigo. Atau anda pernah merasakan kepala Anda berputar, atau ruangan tempat Anda berada seperti sedang berputar-putar, lalu Anda mual, dan mungkin sampai muntah, bisa jadi Anda sedang terserang gejala vertigo.

Secara medis gejala vertigo merupakan sakit kepala di mana pasien merasa berputar-putar atau ruangan seperti berputar-putar. Gejala vertigo ini berbeda dari gejala sakit kepala biasa dan migren. Vertigo adalah perasaan bergerak atau berputar sementara orang tersebut sebenarnya sedang diam. Perasaan berputar yang terjadi ada 2 macam, yaitu orang tersebut yang merasakan dirinya berputar atau lingkungan di sekitarnya yang berputar mengelilinginya. Kadang, keluhan tersebut juga disertai oleh rasa mual sampai ingin muntah.

Vertigo adalah bentuk gangguan orientasi dimana perasaan dirinya berputar, rasa oleng, tidak stabil atau ruangan sekitarnya bergerak terhadap dirinya karena gangguan pada sistem keseimbangan. Keluhan vertigo menduduki peringkat ketiga dalam praktik dokter umum. Bahkan, pada orang berusia sekitar 75 tahun, keluhan vertigo bisa mencapai 50 persen. Sistem keseimbangan itu terdiri dari beberapa organ tubuh manusia yaitu telinga, mata, dan batang otak dimana ketiganya saling berhubungan supaya keseimbangan tubuh terjaga.
Faktor penyebab vertigo antara lain Sistemik, Neurologik, Ophtamologik, Otolaringologi, Psikogenik yang dapat disingkat SNOP.

Vertigo Sistemik adalah keluhan vertigo yang disebabkan oleh penyakit tertentu, misalanya diabetes militus, hipertensi dan jantung' Vertigo Neurologik adalah gangguan vertigo yang disebabkan oleh gangguan syaraf, Vertigo Ophtamologis adalah keluhan vertigo yang disebabkan oleh gangguan mata atau berkurangnya daya penglihatan, Vertigo Otolaringologis adalah gangguan vertigo yang disebabkan oleh berkurangnya fungsi alat pendengaran, dan Vertigo Psikogenik merupakan vertigo yang timbul karena faktor bukan fisik seperti pola hidup yang tidak teratur, atau seperti kurang tidur atau terlalu memikirkan masalah hingga stress. Vertigo ini muncul karena stress atau tekanan emosional.

Namun penyebab vertigo juga dipengaruhi banyak hal antara lain: Keadaan lingkungan seperti pada waktu kita melakukan perjalanan jauh seperti mabuk darat, mabuk laut, mabuk angkasa; stroke/stroke ringan; gangguan pada telinga seperti infeksi telinga, radang syaraf telinga, penyakit meniere gangguan keseimbangan yang seringkali menyebabkan hilang pendengaran vertibular neuritis (peradangan pada sel sel syaraf keseimbangan), labyrinthithis (radang di bagian dalam pendengaran ), penyakit benigh paraxymal positional verigo (gangguan akibat kesalahan pengiriman pesan), migraine, spasmofilia (kepekaan syaraf), gangguan mata, gangguan batang otak, tumor otak dengan gejala antara lain: gangguan telinga, vertigo, nyeri kepala, mata kabur, Epilepsy, Trauma kepala: karena kecelakan atau kepala terbentur, serta Alkohol. Adapun gejala-gejala vertigo umumnya berupa pusing berputar, pucat, berkeringat, muntah, telinga berdenging dan bisa sampai pingsan

Jenis vertigo
Vertigo tepi yang biasanya diikuti gejala gejala seperti: pandangan gelap, rasa lelah dan stamina turun, jantung berdebar, hilang keseimbangan, tidak mampu berkonsentrasi, perasan seperti mabuk, otot terasa sakit, mual dan muntah-muntah, memori dan daya pikir menurun, sensitif pada cahaya terang dan suara, berkeringat.

Vertigo pusat terjadi jika ada sesuatu yang tidak normal di dalam otak khususnya di bagian syaraf keseimbangan yaitu daerah percabangan otak dan cerebrum (otak kecil), lalu gangguan kesehatan yang berhubungan dengan vertigo pusat yaitu stroke, multiple skeloris (gangguan tulang belakang dan otak), tumor, trauma/benturan di bagian kepala, migren, infeksi, kondisi peradangan, penyakit neurodegenerative (penyakit akibat kemunduran fungsi syaraf) yang menimbulkan dampak pada otak kecil. Gejala vertigo pusat biasanya terjadi secara bertahap, penderita akan mengalami hal–hal seperti: penglihatan ganda, sukar menelan, kelumpuhan otot-otot wajah, sakit kepala yang parah, kesadaran terganggu, tidak mampu berkata kata, hilangnya koordinasi mual dan muntah-muntah dan tubuh terasa lemah.

Pengobatan
Tujuan pengobatan vertigo selain mengobati sesuai penyebabnya ialah untuk mengobati ketidakseimbangan organ keseimbangan telinga melalui modulasi tranmisi syaraf. Terapi menggunakan obat bisa digunakan antara lain: anti histamine a.l antimo, anti muntah, anti cemas, anti depresi, dan obat obatan sesuai penyakit yang ditemukan bersama vertigo. Selain itu ada juga yang menggunakan terapi bukan obat. Karena otak merupakan ingatan tentang pola gerakan tertentu sehingga jika pada suatu saat dirasakan gerakan aneh atau tidak sesuai dengan pola gerakan yang tersimpan, timbul reaksi dari susunan saraf otonom sehingga terjadi vertigo. Jika pola gerakan yang aneh/ tidak sesuai dengan pola gerakan yang telah tersimpan, timbul reaksi dari susunan saraf otonom sehingga terjadi vertigo. Jika pola gerakan yang baru tersebut dilakukan berulang-ulang maka akan terjadi mekanisme adaptasi sehingga berangsur-ansur tidak muncul lagi gejala vertigo. Dengan cara ini pasien dilatih untuk melakukan gerakan kepala dengan mata terpejam.

Berikut langkah-langkah yang dapat meringankan atau mencegah gejala vertigo: Tidur dengan posisi kepala yang agak tinggi (setengah duduk atau menggunakan bantal rangkap dua sampai tiga), Bangunlah secara perlahan dan duduk terlebih dahulu sebelum kita berdiri dari tempat tidur, Hindari posisi membungkuk bila mengangkat barang, Hindari posisi mendongakan kepala misalnya untuk mengambil suatu benda dari ketinggian, Gerakan kepala secara hati hati jika kepala dalam posisi datar (horizontal) atau bila leher dalam posisi mendongak.

Untuk pencegahan utama dalam menghingari vertigo dapat dilakukan dengan mengubah pola hidup kita seperti: menghindari alkohol, kopi, coklat dan merokok; Hindari kelelahan fisik dan stress, makan yang cukup, diet tinggi protein, konsumsi garam dibatasi sampai 1500 mg/hari; Aktivitas fisik atau olahraga yang teratur serta tidur yang cukup dan teratur.(bim)
 
template : Copyright @ 2010 HUMAS SETDA KOTA SALATIGA. All rights reserved  |    by : boedy's